Dampak Pertambangan terhadap Sektor Perikanan
https://doi.org/10.5281/zenodo.18113883
Aktivitas pertambangan memiliki dampak yang signifikan dan multifaset terhadap sektor perikanan, mempengaruhi ekosistem laut dan air tawar diantaranya
Ekosistem Laut
- Plume Sedimen dan Polusi: Aktivitas pertambangan laut dalam dapat menciptakan plume sedimen yang mempengaruhi komunitas pelagis, termasuk spesies komersial penting seperti tuna. Plume ini dapat menyebar ke area yang luas, berpotensi bersinggungan dengan zona penangkapan ikan dan memengaruhi hasil tangkapan ikan [1]
- Polusi Air: Di daerah pesisir, kegiatan pertambangan, seperti pertambangan batu bara, menyebabkan polusi air dan kerusakan habitat, yang secara langsung memengaruhi populasi ikan dan mata pencaharian nelayan skala kecil. Polusi ini dapat mengurangi hasil tangkapan ikan dan pendapatan masyarakat lokal [2] .
- Kerugian Ekonomi: Penambangan pasir laut untuk keperluan konstruksi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dalam perikanan komersial akibat kerusakan habitat dan polusi. Misalnya, di Korea, kerugian ekonomi yang diperkirakan akibat aktivitas penambangan selama setahun sangat besar, menyoroti kebutuhan akan kebijakan pengelolaan yang lebih baik [3].
Ekosistem Air Tawar
- Kerugian Keanekaragaman Hayati: Aktivitas penambangan di sistem air tawar memperkenalkan polutan seperti logam berat dan sedimen terlarut, yang dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman ikan dan bahkan kepunahan lokal. Hal ini terutama terlihat di wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi, seperti Neotropics [4] [5]
- Gangguan Hidrologi: Penambangan mengganggu rejim hidrologi dan dinamika sedimen, mempengaruhi kualitas air dan komposisi spesies. Gangguan ini dapat memiliki konsekuensi serius bagi populasi ikan air tawar dan kesehatan ekosistem secara keseluruhan [6].
- Dampak pada Komunitas: Di wilayah seperti Republik Demokratik Kongo, aktivitas pertambangan telah menyebabkan penurunan signifikan dalam keragaman dan hasil ikan, yang memengaruhi kondisi sosial-ekonomi komunitas nelayan lokal. Penurunan tangkapan ikan selama bertahun-tahun sangat signifikan, sehingga memerlukan intervensi kebijakan yang mendesak [7].
Implikasi Sosial-Ekonomi
- Gangguan Mata Pencaharian: Aktivitas pertambangan seringkali menyebabkan pengungsian komunitas lokal dan hilangnya area penangkapan ikan tradisional, memperburuk tantangan sosial-ekonomi. Hal ini terutama menjadi masalah di wilayah berkembang di mana penangkapan ikan merupakan sumber mata pencaharian utama [2] [8] .
- Strategi Adaptasi: Komunitas nelayan yang terdampak telah mengembangkan berbagai strategi adaptasi, seperti memodifikasi peralatan penangkapan ikan dan mencari lokasi penangkapan baru, untuk mengatasi dampak negatif pertambangan [2] .
Rekomendasi
- Pengembangan Kebijakan: Diperlukan kebijakan yang inklusif dan partisipatif untuk mengurangi dampak negatif pertambangan terhadap perikanan. Hal ini mencakup peraturan lingkungan yang lebih ketat, penegakan hukum yang lebih baik, dan praktik pertambangan yang berkelanjutan [7] [8] .
- Pemantauan dan Pengelolaan: Rencana pemantauan dan pengelolaan yang efektif sangat penting untuk mencegah dan mengurangi dampak pertambangan terhadap ekosistem perairan. Hal ini mencakup inspeksi rutin, pengendalian polusi, dan upaya pemulihan habitat [4] [5] .
Kesimpulan
Aktivitas pertambangan menimbulkan ancaman signifikan bagi perikanan laut dan air tawar, mempengaruhi keanekaragaman hayati, kualitas air, dan kesejahteraan sosial-ekonomi komunitas nelayan. Kebijakan komprehensif dan strategi pengelolaan yang efektif sangat penting untuk mengurangi dampak ini dan memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan. (As)
Referensi
[1] J. M. A. van der Grient and J. C. Drazen, “Potential spatial intersection between high-seas fisheries and deep-sea mining in international waters,” Marine Policy, vol. 129, p. 104509, 2021.
[2] K. Kartini, N. Nasrullah, and M. Mustaqim, “Analysis of the impact of coal mining on small-scale fishing communities in West Aceh Regency, Indonesia,” AACL Bioflux, vol. 18, no. 1, pp. 1–12, 2025.
[3] T.-G. Kim and T. Grigalunas, “Simulating direct and indirect damages to commercial fisheries from marine sand mining: A case study in Korea,” Environmental Management, vol. 44, no. 4, pp. 687–701, 2009.
[4] V. M. Azevedo-Santos, M. S. Arcifa, M. F. G. Brito, et al., “Negative impacts of mining on Neotropical freshwater fishes,” Neotropical Ichthyology, vol. 19, no. 2, e210017, 2021.
[5] F. A. Affandi and M. Y. Ishak, “Impacts of suspended sediment and metal pollution from mining activities on riverine fish population—A review,” Environmental Science and Pollution Research, vol. 26, no. 17, pp. 16995–17011, 2019.
[6] C. Brabant, N. Noorbhai, M. Bendixen, and L. Iversen, “Mapping the global impact of mining activities on freshwater biodiversity to inform conservation priorities,” Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems, vol. 35, no. 2, pp. 1–15, 2025.
[7] D. S. Wasso, D. Kassam, A. K. Mweze, et al., “Unraveling fishers’ perceptions: Impact of mining on fish yield and diversity in Mwenga, South Kivu, Eastern Democratic Republic of Congo,” Ecotoxicology and Environmental Safety, vol. 270, p. 116116, 2025.
[8] N. Raji and B. Nadir, “The impact of mining on the environment in Morocco,” E3S Web of Conferences, vol. 393, p. 01006, 2023.
